Sebanyak 2.238 Guru di Kabupaten Majalengka Akan ke Jakarta

Sebanyak 2.238 Guru di Kabupaten Majalengka Akan ke Jakarta

Sebanyak 2.238 guru di Kabupaten Majalengka akan ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada Presiden karena dianggap belum menjalankan seluruh UU sekaligus untuk memperingati hari Guru Nasional.

Menurut keterangan sejumlah guru di Majalengka, aspirasi yang akan disampaikannya antara lain adalah meminta presiden untuk merealisasikan anggaran pendidikan sebesar 30 persen diluar gaji guru, sertifikasi dan gaji pegawai Dinas Pendidikan. Selain itu menuntut agar gaji guru disamakan dengan gaji guru di negera tetangga Malaysia atau Singapura yang nilainya dianggap jauh lebih besar bila dibandingkan dengan gaji guru di Indonesia. Alasannya pengabdian guru terhadap negara cukup besar dalam mencerdaskan anak didik.

“Kami akan bersama-sama datang ke Senayan untuk menyampaikan aspirasi ini. Kabupaten Majalengka sendiri setiap kecamatan akan mengirim perwakilannya minimal satu bus,” kata seorang guru SMK.
Baca juga : Sekolah Berprestasi Terbentuk Dari Guru Berprestasi
Hal senada disampaikan salah seorang pengurus PGRI tingkat kecamatan, yang mengatakan kehadiran guru ke Jakarta bukan untuk demo melainkan menyampaikan aspirasi guru yang menghendaki pemerintah mematuhi UU dengan mengalokasikan anggaran sebesar 30 persen untuk dana pendidikan.

Berbeda dengan Sri, Cucu dan Aliyah mereka justru menolak kehadirannya ke Jakarta dengan alasan tidak ada lagi yang harus dituntut dari pemerintah, apalagi kesejahteraan karena kesejahteraan guru sudah berlebih. Guru juga telah memiliki keistimewaan dibanding PNS lain yakni kenaikan pangkat yang bisa dilakukan dua tahun sekali.

“Gaji guru ini sudah sangat besar ada yang mencapai Rp 4.500.000 per bulan bila ditambah sertifikasi seblan Rp 4.000.000 maka jumlahnya bisa mencapai Rp 8.500.000. Sekarang tinggal bekerja dengan baik. Jadi kalau menuntut kesejahteraan rasanya tidak relevan lagi,” ungkap Sri.

Yang sekarang harus dilakukan adalah memperbaiki kinerja masing-masing demi kemajuan anak didik.

Sektertaris PD II PGRI Majalengka Dede Suparman membenarkan pihaknya bersama ribuan guru SD, SMP serta SMA dan SMK sebanyak 2.238 guru akan berangkat ke Jakarta untuk menghadiri acara Hari Ulang Tahun PGRI ke 70. Quota Jawa Barat untuk datang ke Jakarta mencapai 53.000 orang.

“Kegiatan seperti ini dilakukan setiap sepuluh tahun sekali. Hanya memang kehadiran kami ke Jakarta ini mendapat tentangan dari Menpan padahal ini dilakukan di hari minggu yang tidak menganggu kegiatan belajar mengajar,” ujar Dede.
Perangkat pembelajaran : RPP SMP Kurikulum 2013
Dia menilai pemerintahan saat ini kurang respek terhadap PGRI yang melarang untuk berkumpul dan mengeluarkan pendapat, padahal itu dilindungi oleh UU. “Pemerintahan sekarang memang dianggap kurang respek terhadap guru, untuk berkumpul saja dilarang,” kata Dede. (Sumber : pikiran-rakyat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar